DAMPAK MULUNG (KONSERVASI HABITAT SUMBER DAYA PERAIRAN), TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR (NELAYAN DAN PEDAGANG) BARANUSA

  • Imanuel Wabang
  • Eunike Molebila
  • Paulus Edison Plaimo
  • Andri Timung
Keywords: baranusa, mulung, pesisir, nelayan, pedagang

Abstract

Penerapan kembli tradisi budaya mulung memberi dampak positif bagi habtat sumber daya perairan dikawasan peraiaran yang menjadi lokasi mulung. secara harafiah mulung terbagi dalam dua tahap pengelolaan. tahap pertama adalah prosesi adatia hading mulung pada tahapan ini kawasan peraiaran ditutup atau dilarang untuk sementara waktu dari aktivitas penagkapan atau pengambilan sumber daya melalui ritual adatia. pada tahap kedua adalah hoba mulung pada tahap ini diadakan prosesi adatia pencabutan larangan sehingga kawasan mulung dapat dilakukan pengambilan atau penangkapan sumber daya perairan. interval waktu antara hading mulung dan hoba mulung memberikan kesempatan kepada alam untuk pulih. kondisi ini berdampak pada pemulihan habitat sehingga populasi sumber daya menjadi limpah. seturut melimpahnya sumber daya perairan seperti ikan berkorelasi positif terhadap volume penangkapan nelayan dan implikasinya pada saat penjualan, pedagang ikan pun menerima manfaatnya dengan bertambah jumlah pendapatannya. metode survey digunakan untuk mengukur dampak mulung (konservasi habitat sumber daya periaran) terhadap peningkatan ekonomi masyarakat pesisir (nelayan dan pedagang) baranusa, menggambarkan pendapatan nelayan yaitu Rp. 6.400.000. selain itu pedagang juga mengalami peningkatan pendapatan sebulan berkisar Rp. 1.500.000 sampai dengan Rp. 6.000.000.

Published
2019-07-23
Section
Articles