POLA PEMAHAMAN MASYARAKAT PESISIR BARANUSA MENGENAI KEARIFAN LOKAL TRADISI MULUNG (UPAYA KONSERVASI HABITAT KAWASAN PERAIRAN PULAU LAPANG)

  • Paulus Edison Plaimo
  • Nehemia Fanpada
  • Eunike Molebila
Keywords: mulung, rumpun, adat, baranusa, konservasi, habitat

Abstract

Tradisi leluhur baranusa yaitu mulung yang telah berusia 11 abad terancam hilang oleh sebab tidak lagi dilakukan secara rutin. padahal tradisi ini memiliki nilai-nilai holistik dan ekolologi. mulung sendiri esensinya adalah menjaga sebuah kawasan perairan dari semua aspek pengelolaan (baik pengambilan maupun penangkapan) sumber daya perairan untuk sementara waktu sehingga kawasan tersebut berfungsi sebagai tabungan sumber daya. tradisi ini beberapa dekade ini tidak dilakukan sehingga pola pengetahuan dan pemahaman dimasyarakat pesisir baranusa yang secara administrasi pemerintahan berbeda akan tetapi satu dalam rumpun adat baranusa tersegmentasi. perbedaan ini terlihat jelas pada saat survey tentang pola pemahaman masyarakat baranusa mengenai tradisi mulung dilakukan, dimana, kelompok usia 40 tahun ke atas tingkat pengetahuan dan pemahaman tradisi mulung sangat tinggi yaitu sangat tahu 28% dan tahu 62% sedangkan yang tidak tahu hanya 10% sedangkan pada kelompok masyarakat usia 25-40 yang mengetahui dan memahami tradisi mulung sebagai upaya adatia untuk pemeliharaan habitat sumber daya perairan hanya 8% kategori tahu. Situasi ini disebabkan terputusnya informasi yang tersedia tentang tradisi leluhur Mulung dan nilainilai ekologi yang terkandung didalamnya.

Published
2019-07-23
Section
Articles